Sabtu, 07 Oktober 2017

RENUNGAN MUHASABAH 'UMUR'


Ibn Al Jauzi telah membagi umur manusia menjadi lima masa, yaitu :

    1. Masa anak-anak, yaitu sejak dilahirkan hingga mencapai usia 15 tahun2
    2. Masa muda, mulai dari 15 tahun hingga umur 35 tahu3
    3. Masa dewasa, mulai dari 35 hingga umur 50 tahun4
    4. Masa tua, mulai dari 50 hingga 70 tahun
    5. Masa lanjut, dari umur 70 tahun hingga akhir umur yang dikarunikan Allah. Swt.

          Apabila menusia telah mencapai dewasa, diharapkan sudah mulai mendapat karunia hikmah dan kebijaksanaan. Maka tumbuhlah sifat pada dirinya yang mulai mengerjakan berbagai ketaatan, kecondongan hatinya kepada Allah dan selalu bertobat kepadaNya.
Pada umumnya pada saat seseorang sudah mulai menginjak usia dewasa ini mulai nampak isyarat kecenderungan hidupnya. Bila kebajikannya tidak melebihi kejahatannya, maka setan akan menyapu wajahnya seraya berkata : sesungguhnya wajah ini tidak akan berjaya.
Selepas mencapai usia empat puluh tahun, sepatutnya kita mulai beristirahat dari mengejar keduniaan. Sisa waktu tidak sepatutnya digunakan untuk bermain-main, bersenda gurau yang melalaikan.
Imam Syafii (Rha) setelah mencapai usia empat puluh tahun berjalan dengan sebatang tongkat. Maka seseorang bertanya akan kelakuannya itu, jawabannya adalah : supaya aku senantiasa ingat bahwa aku adalah seorang musafir yang sedang berjalan menuju akherat.


            Sahabat sejatiku, semakin lama kita hidup, tidak terasa amanah umur yang kita dapat sebagai berkah dan nikmat dari Allah SWT juga semakin berkurang dengan sendirinya. Apapun cara kita menikmatinya menjalaninya itu semata-mata tergantung cara kita mengikapi dan memperdulikan setiap kesempatan yang ada di hadapan kita, baik buruknya ada dalam sikap terbaik kita menyikapinya.
Baiklah sahabat sejatiku mari kita sedikit merenungkan kembali pemaknaan tentang umur kita.

Pertama, umur adalah karunia Allah SWT yang wajib kita syukuri dengan sungguh sungguh dan menggunakannya dengan segala sesuatu yang diridhai oleh Allah SWT. Maka, bangsiapa yang tidak menggunakannya dengan baik berarti dia sudah kufur nikmat. Naudzubillah.
Kedua, umur manusia pada hakikatnya sermakin berkurang. Manusia ketika dilahirkan sudah ditentukan rezeki, jodoh, dan umurnya sehingga semakin bertambah umur berarti jatah umur yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT, akan semakin berkurang. Hanya angkanya saja yang semakin bertambah. Maka berhati-hatilah dengan umur kita. Kita harus sekuat tenaga menggunakannya seoptimal mungkin agar hidup kita penuh dengan kebahagiaan.
Ketiga, umur itu laksana pedang. Kalau kita anggap umur itu menghabiskan jatah waktu hidup di dunia ini. Jadi kalau mengacu kepada hadits, bahwa waktu itu laksana pedang, berarti umur pun laksana pedang. Artinya, setiap saat bisa membunuh kehidupan kita, jika sedetik saja kita berbuat sia-sia, Allah SWT mencabut nyawa kita, maka habislah amal kita dan tunggullah azab Allah SWT. Jadilah manusia yang senantiasa berjuang memanfaatkan umur umur penuh amal shaleh.
Keempat, umur adalah catatan hidup manusia. Ingatlah wahai sahabatku, bahwa kita ini sedang menghitung hari. Berapa hari yang sudah digunakan untuk kebaikan amal shaleh, berapa hari yang tidak digunakan untuk amal shaleh. Sedangkan nanti diakhirat amal kita akan ditimbang. Seandainya, umur kita lebih banyak amal baiknya maka surgalah yang akan menjemput kita. Akan tetapi, jikalau amal jelek yang lebih berat maka neraka yang akan menjemputnya. Berusahalah sekuat tenaga agar hari demi hari diisi dengan amal shaleh.
Kelima, perbanyaklah istighfar. Manusia adalah makhluk yang tidak luput dari kesalahan, kekurangan, kelemahan, dan dosa. Karena, memang manusia itu diberikan kebebasan oleh Allah SWT untuk berbuat baik atau berbuat jelek. Pada dasarnya semua manusia baik dan fitrah, namun setan yang terkutuk selalu menggangu dan menyeret manusia untuk menjadi temannya kelak diakhirat. Semoga kita terhindarkan dari bujuk dan rayuan setan yang terkutuk.
Ketika manusia mengalami surut dan melakukan kejelekan dan dosa, maka segeralah meminta ampun yang sungguh-sungguh. Dalam hidup ini tidak ada yang abadi, semuanya akan rusak dan binasa. Begitu pun dengan dosa kita, sebesar apapun dosa kita, karena Allah SWT Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Seandainya jiwa dan hati kita gundah karena melalaikan waktu dan umur, segeralah kita minta ampunan kepada-nya.
Tidak ada kata terlambat untuk kita memperbaiki diri dan bertekad melakukan yang terbaik dalam hidup. Yang paling penting sekarang adalah tekad untuk memperbaiki diri. Sebelum ajal datang kita masih bisa mengawalinya sekarang juga. Yakinlah, bahwa Allah Maha Pengampun..mari persembahkan yang terbaik untuk-Nyahingga ajal menjemput


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DO'A DI HARI ULANG TAHUN KABUPATEN TEBO KE-18

ALLAHUMMA YA ALLAH TUHAN YANG BIJAKSANA...   DENGAN SEGALA KERENDAHAN HATI PERKENANKANLAH KAMI UNTUK SELALU BERSYUKUR ATAS SEGALA NIKMA...